Berita Terbaru
AKI DAN AKB DI KAB.BLORA BESERTA PENYEBABNYA
Ditulis: Thu 14 July 2016 | Kategori: Berita | Tag:

Dari hasil analisa sekilas tentang penyebab kematian ibu dimana tertinggi adalah penyakit penyerta sehingga menunjukkan bahwa masih dipertanyakan kualitas ANC ibu hamil, terutama ANC Terpadu dimana secara ideal ANC ibu hamil melibatkan peran serta profesi lain seperti perawat , ahli gizi, dan yang paling penting adalah Dokter Puskesmas, dimana deteksi dini penyakit penyerta pada ibu hamil yang paling kompeten adalah Dokter. Bila semua ibu hamil terdeteksi riwayat penyakitnya maka diharapkan perencanaan dan persiapan persalinan bisa lebih maksimal sehingga diharapkan kematian ibu hamil , bersalin dan nifas karena penyakit penyerta bisa di turunkan. 
Jumlah kematian bayi sampai dengan bulan Juni 2016 sebanyak 92 kasus. Kasus terbanyak berada diwilayah Puskesmas Banjarejo, Cepu dan Tunjungan. Jumlah ini lebih besar dari tahun 2015 dengan periode waktu yang sama. Hal ini salah satu faktornya adalah jumlah kelahiran tahun 2015 dan 2016 pada peride bulan yang sama juga meningkat.
Penyebab kematian bayi tahun 2016 terbanyak adalah karena berat badan lahir rendah (BBLR). Banyak faktor yang bisa mempengaruhi terjadinya BBLR, antara lain karena bayi lahir prematur, bayi kembar lebih dari 1,  ibu hamil KEK (lila < 23,5 cm / penambahan berat badan kurang dari 9 kg selama kehamilan), umur ibu hamil masih terlalu muda, kehamilan tidak diinginkan, serta ibu hamil anemia. Kematian BBLR juga dipengaruhi oleh kesiapan perawatan bayi BBLR oleh keluarga saat bayi sudah dirawat di rumah. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penatalaksaan bayi di rumah paska perawatan BBLR di Rumah Sakit menjadi pemicu terjadinya kematian bayi BBLR.
Penyebab terbesar kedua adalah asfiksi neonatal, yang mana ini dipengaruhi oleh perjalanan masa kehamilan dan persalinan, faktor gizi ibu hamil, serta ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan baik ditingkat dasar maupun ditingkat rujukan.

 
Jumlah kematian anak balita pada bulan Juni 2016 sebesar 19 kasus. Terbanyak kematian balita ada di puskesmas Ngawen. Jumlah ini meningkat dari peride yang sama tahun 2015 yaitu sebesar 12 kasus. 
Penyebab dari kematian anak balita terbesar adalah karena penyebab diluar ISPA, diare, malaria, campak dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyebab lain – lain ini antra lain karena tenggelam, aspirasi pneumonia oleh makanan, digigit ular, penyakit keganasan dan kecelakaan. Penyebab terbesar kedua adalah diare. Hal ini bisa dipengarui oleh konsumsi makan dan hiegen sanitasi yang kurang.
            Pemerintah Daerah Kabupaten Blora sangat mendukung program – program yang telah dilakukan baik dari segi anggaran maupun dukungan lain. Di butuhkan upaya yang lebih serius lagi agar target dari pembangunan kesehatan terutama penurunan angka kematian ibu dan bayi berhasil sehingga ibu , bayi dan balita di wilayah Kabupaten Blora meningkat kesehatannya.
 
  • Comments

    There are no comments
Posting comments after three months has been disabled.