Berita Terbaru
MOU AKBID DAN AKPER DENGAN DINAS KESEHATAN
Ditulis: Thu 9 June 2016 | Kategori: Berita | Tag:
         Bertempat di Aula Program Studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes RI,  pada minggu lalu, diadakan MOU / Kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dengan Prodi Kebidanan dan Keperawatan Poltekkes Kemenkes RI dalam penanganan Penyakit Tidak Menular. Seperti dijelaskan dr Henny Indriyanti, MKes selaku Project Leader Sinergitas Penanganan Masalah Penyakit menular berbasis masyarakat  Berdasarkan data dari Riskesdas 2013, di Indonesia 20 juta orang terkena penyakit paru menahun, 5 juta orang terkena diabetes, 4 juta orang terkena penyakit jantung, 3 juta orang terkena kanker dan 3 juta orang terkena stroke. Jumlah penduduk Jawa Tengah sendiri yaitu 38,8 juta jiwa juga memiliki angka PTM yang tinggi yaitu 3,3 juta juta terkena penyakit paru menahun, , 1 juta orang terkena diabetes, 600 ribu orang terkena penyakit jantung, 60 ribu orang terkena kanker dan 60 ribu orang terkena stroke. Sementara itu, di Kabupaten Blora berdasarkan hasil pelaporan Puskesmas selama 3 tahun berturut-turut yaitu tahun 2013, 2014 dan 2015 menunjukan peningkatan penyakit Tidak menular. Diantaranya : jumlah penderita Stroke sebanyak 248 di tahun 2013 naik menjadi 948 di tahun 2015. Jumlah penderita penyakit Jantung sebanyak 372 orang naik menjadi 646 di tahun 2015. Penderita penyakit Diabetes Mellitus sebanyak 2956 naik menjadi 4450 penderita di tahun 2015. Sedangkan penderita kanker walau di tahun 2013 sebanyak 264 kasus turun menjadi 208 penderita. Akan tetapi untuk Ca Mamae dan Ca Cerviks mengalami peningkatan penderita. Selain itu bedasarkan hasil kunjungan pasien yang berobat ke Puskesmas ternyata PTM naik ke peringkat ke 2 dalam 10 besar penyakit.
        Berdasarkan permasalahan diatas, lanjutnya..,  maka semua potensi masyarakat harus dikutsertakan dalam penanganan Penyakit  Tidak Menular, termasuk Perguruan Tinggi di Kabupaten Blora yaitu : Prodi Kebidanan dan Keperawatan Kemenkes RI melalui One student One Clint. Seperti dijelaskan Ketua Prodi Keperawatan Blora : Suharto, M.Ners, selaku yang dituakan di Prodi Keperawatan akan mendukung pelaksanaannya di lapangan, karena kegiatan ini juga merupakan  salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa untuk mendampingi penderita resiko PTM pada saat Praktek di Masyarakat. Pendampingan dilakukan pada sasaran diatas umur 15 tahun. Baik sasaran perorangan yang sehat, sakit dan  ibu hamil. Sementara itu, Asisten III Sekda Blora  Komang Gede Irawadi, SE, MSi yang hadir pada acara tersebut menyampaikan bahwa Gagasan One Student One Client pada penderita  Penyakit Tidak Menular merupakan ide atau gagasan yang cerdas yang selama ini belum pernah dilakukan di manapun. Bentuk kegiatan ini adalah sebuah kegiatan yang saling menguntungkan baik Pemerintah Daerah dan Poltekkes. Bagi Pemerintah Daerah, kegiatan ini dapat menyehatkan masyarakat Blora dan Bagi Poltekkes Kemenkes Semarang menjadikan mahasiswa menjadi lebih peka dan peduli dalam pembelajaran guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat (SYN)

 
  • Comments

    There are no comments
Posting comments after three months has been disabled.