A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Creating default object from empty value

Filename: pages/plugin.php

Line Number: 277

Dinas Kesehatan Kabupaten Blora
Berita Terbaru
HASIL EVALUASI KEGIATAN UPTD GUDANG FARMASI KABUPATEN DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLORA TAHUN 2015
Ditulis: Mon 14 March 2016 | Kategori: Berita | Tag:
Kegiatan yang dilaksanakan UPTD Gudang Farmasi Kabupaten Blora mengarah pada tugas pokok dan fungsinya yang meliputi :
  1. Perencanaan
          Fungsi perencanaan dilaksanakan satu kali dalam satu tahun dengan menggunakan metode konsumsi, dimana setiap item obat jumlah yang dibutuhkan dihitung dengan menggunakan rumusan : Jumlah kebutuhan = ( 12 x pemakaian rata-rata perbulan) – sisa stok akhir tahun + 10 % pemakaian rerata perbulan. Dalam kegiatan perencanaan kebutuhan obat terlebih dahulu dilakukan rekapitulasi usulan kebutuhan obat puskesmas yang disusun dengan metode konsumsi dan metode morbiditas sesuai perkiraan kejadian penyakit atau epidemiologi untuk satu tahun ke depan yang penghitungannya dilakukan di puskesmas. Untuk item obat yang belum pernah digunakan puskesmas, didasarkan atas pengusulan kebutuhan dari kepala puskesmas, perencanaan menggunakan metode morbiditas (data penyakit).
          Dalam kegiatan perencanaan kebutuhan obat, dibentuk Tim Perencanaan Obat Terpadu Kabupaten yang didasarkan SK Kepala Dinas Kesehatan yang melibatkan seluruh lintas sektoral dan puskesmas, rapat perencanaan dilakukan 3-4 kali dalam satu tahun.
 
 
 
 
 
          Jumlah anggaran yang tersedia untuk penyediaan obat dan perbekalan kesehatan adalah :
No Sumber Anggaran/  Tahun APBD/DAK Kab (Rp) APBD Prov (Rp) APBN (Rp)
1 Tahun 2009    300.000.000    410.187.050  1.130.541.812
2 Tahun 2010 5.088.323.819      31.259.210     308.192.340
3 Tahun 2011 3.645.261.070     105.839.800 0
4 Tahun 2012 3.500.000.000      56.000.000 0
5 Tahun 2013 2.131.790.000    213.179.000 0
6 Tahun 2014        2.227.777.493 0 0
7 Tahun 2015           935.909.000 1.120.285.211  
 
  1. Penyimpanan
          UPTD Gudang Farmasi Kabupaten Blora melaksanakan fungsi penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan setelah adanya penerimaan dari Bendahara barang. Obat dan perbekalan kesehatan yang diserahkan dapat berasal dari dari pengadaan sendiri (e-purchasing dan penunjukan langsung). Saat ini telah tersedia luas area total gudang farmasi seluas total lebih kurang 1570 m2 dengan luas bangunan 800 m2 volume penyimpanan sebesar 3960 m3 sehingga dapat menyimpan obat sampai senilai lebih kurang Rp. 6 M.
 
Nilai Ketersediaan obat yang disimpan di Gudang Farmasi adalah :
 
No Tahun Nilai Persediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan (rupiah)
1 2009 3.422.531.288,00
2 2010 6.130.019.029,42
3 2011 8.160.687.959,21
4 2012 8.770.216.188,04
5 2013 6.390.332.051,70
6 2014 6.801.519.578,55
7 2015 2.052.209.975,36
 
Adapun jumlah Item yang tersedia adalah
 
No Tahun Juml Total Jenis obat/perbekes Obat Generik Obat Gigi Alkes Habis Pakai Obat Branded
1 2009 200 158 9 13 20
2 2010 177 139 7 14 17
3 2011 257 147 3 33 74
4 2012 458 316 3 35 107
5 2014 215 166 2 15 32
6 2015 457 262 15 30 150
 
Sarana dan prasarana di UPTD Gudang Farmasi :
 
No Sarana dan Prasarana Kondisi saat ini Kebutuhan Keterangan
1 2 3 4 5
A Gedung :      
1 Luas tanah 1570 m2 1800 m2  
2 Status Gedung Milik sendiri /Sewa Milik sendiri  
3 Kondisi bangunan Perlu renovasi Kondisi optimal  
B Pengamanan :      
1 Alarm 1 unit-baik    
2 Tralis 30 buah Semua jendela harus berteralis Perlu perbaikan
3 Pagar Baik Pagar sepanjang bangunan penyimpanan Perlu renovasi
1 2 3 4 5
4 Pemadam kebakaran 7 buah-baik
2 kadaluarsa
1 kosong
Pengisian tabung kosong, penambahan 4 buah  
C Transportasi      
1 Kendaraan roda 4 2 unit-baik   1 unit perlu perbaikan body
2 Kendaraan roda 2 4 unit-baik    
D Perlengkapan dan Penyimpanan      
1 Rak 22-kurang baik 10 buah,  ukuran 1 x 5 x 3 m Perlu perbaikan dan ditambah jumlahnya
2 Pallet 89-Baik    
3 Lemari obat 2 buah-Baik    
4 Lemari Narkotika & OKT 1 buah-Baik    
5 Lemari Vaksin/ Cold Chain 3 buah-baik    
6 Lemari es 3 unit-Baik, 3 buah  
7 Kereta dorong 2 buah-Kurang baik, jumlah kurang 3-4 buah Perlu perbaikan, jml perlu ditambah
8 Air Conditioner (AC) 9-baik, 3 rusak 8-12 buah Perlu perbaikan, jml perlu ditambah
9 Exhaust Fan 19 buah-baik 8-10 buah Perlu diadakan
10 Kipas Angin 5 unit-Baik 5-10 Perlu ditambah
11 Termometer ruangan Tidak ada 6-10 buah Perlu diadakan
12 Hand-forklift Tidak ada 1-2 buah Perlu diadakan
13 Generator 2 unit, kapsitas kurang Kap 6000 Kwh Perlu ditambah 1 unit dg kap lebih besar
14 Tangga 2 buah-Baik    
15 Troley Tidak ada 3-5 buah Perlu ditambah
16 Pompa air 1 unit-Baik    
E. Pengolahan Data      
1 Komputer / Lap top 5 unit-baik    
2 Soft-ware Simpob-baik    
3 Printer 5 unit-baik    
F. Peralatan Komunikasi      
1 Telepon 1 unit-Baik    
2 Faksimile 1 unit-baik 1 unit Perlu diadakan
 
  1. Pendistribusian
          UPTD Gudang Farmasi Kabupaten Blora mendistribusi obat dan perbekalan kesehatan kepada UPTD Puskesmas se-Kabupaten Blora dengan cara puskesmas mengambil sendiri ke UPTD gudang Farmasi menggunakan form LPLPO (Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat) setiap hari. Puskesmas yang akan menerima obat mengajukan permintaan obat dengan form LPLPO secara terjadual sesuai kebutuhan di puskesmas.
Dalam satu tahun UPTD Gudang Farmasi melakukan droping obat satu sampai dua kali dalam setahun ke UPTD Puskesmas untuk obat-obat program dan obat lainnya untuk keperluan KLB (kejadian Luar biasa) dan bencana.
Adapun nilai distribusi obat adalah sebagai berikut :
 
 
No
 
Tahun Anggaran
Nilai rupiah obat/perbekes yg didistribusikan IFK Jumlah Kunjungan Resep Nilai rupiah per kunjungan resep
1 Tahun 2009            395.029.782,00 85.675 4.600,00
2 Tahun 2010       2.720.169.970,22 416.837 6.525,74
3 Tahun 2011       5.183.920.156,58 384.887       13.468,68
4 Tahun 2012      4.844.669.289,79 399.443       12.128,58
5 Tahun 2013      4.566.354.534.48 420.114       10.869,32
6 Tahun 2014  3.344.834.213,06 411.447 4.129,44
7 Tahun 2015 4.157.474.119,04 463.656 8.900
 
  1. Evaluasi dan Pelaporan
          Setiap akhir bulan petugas UPTD Gudang Farmasi akan melaksanakan stok opname akhir bulan untuk persediaan di Gudang Farmasi, hasilnya berupa Berita Acara Stok Opname dan Laporan Mutasi Obat Bulanan. UPTD Gudang Farmasi merekap pelaporan mutasi bulanan dari seluruh UPTD Puskesmas, dengan mengumpulkan pemakaian obat di puskesmas, hasilnya dilaporkan kepada Bendahara barang di Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dan kepada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Blora.
Setiap akhir tahun (per 31 Desember) petugas UPTD Gudang farmasi akan melaksanakan stok opname akhir tahun, hasilnya berupa Berita Acara Stok Opname dan Laporan Mutasi Obat Tahunan. UPTD Gudang Farmasi merekap pelaporan mutasi tahunan dari seluruh UPTD Puskesmas, melaksanakan rekap satu tahun dan hasilnya dilaporkan kepada Bendahara barang di Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dan kepada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Blora sudah dalam bentuk nilai persediaan (rupiah).
Dalam satu tahun petugas pengelola UPTD Gudang Farmasi melakukan evaluasi dan perbaikan administrasi obat baik pada petugas pengelola obat seluruh puskesmas maupun petugas intern Gudang Farmasi satu sampai dua kali setahun.
 
  1. Permasalahan
  1. Keterbatasan tenaga yang kompeten untuk mengelola obat sehingga pelaksanaan PP 51 tentang praktek Kefarmasian masih belum dapat diterapkan dalam pengelolaan obat di puskesmas
  2. Sarana dan prasarana yang belum memadai untuk mengelola obat baik di tingkat Gudang Farmasi maupun Puskesmas
  3. Terbatasnya fungsi Gudang Farmasi hanya mengelola obat dan perbekalan kesehatan sementara untuk mendukung fungsinya kedepan sebagai Instalasi Farmasi Kabupaten diharapkan dapat mengelola obat, alat kesehatan, reagensia dan vaksin dan perbekalan kesehatan lainnya
  4. Pengaturan sistem insentif untuk petugas pengelola obat di Gudang Farmasi
 
  1. Pemecahan Masalah
          Untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian baik di tingkat Gudang Farmasi maupun Puskesmas maka dilakukan langkah-langkah dalam meminimalkan permasalahan tersebut dengan menerapkan Kebijakan Satu Pintu (One Gate Policy) yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora untuk melaksanakan penyediaan dan pengelolaan obat, alat kesehatan, reagensia dan vaksin secara kebijakan satu pintu termasuk dalam hal perencanaan, penyimpanan dan pendistribusian sesuai peraturan yang berlaku melalui dibentuknya Tim Perencanaan Obat Terpadu Kabupaten, selain itu pula perlu disediakan alokasi dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan item-item obat yang dibutuhkan untuk puskesmas perawatan dan untuk memenuhi kekurangan fasilitas sarana, prasarana pengelolaan obat baik di Gudang Farmasi maupun pengelolaan obat di puskesmas. Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan diperlukan adanya pemenuhan jumlah dan kualitas tenaga teknis kefarmasian untuk mengelola obat baik di Gudang Farmasi maupun puskesmas, sedangkan pengaturan sistem insentif perlu dilakukan dan diatur dengan menganggarkan honor untuk tim teknis di kegiatan Pengadaan Obat dari DAK mengingat pengelola obat mempunyai resiko tinggi menurut sifat dan pekerjaannya yang berkait dengan pengelolaan aset/persediaan berupa obat dan berkait dengan peracikan obat (paparan kimia obat).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  • Comments

    There are no comments
Posting comments after three months has been disabled.