WORKSHOP MANAJEMEN RISIKO DAN KESELAMATAN PASIEN

A.      LATAR BELAKANG

Berdasarkan Permenkes Nomor 75 tahun 2014 menyatakan bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, Puskesmas wajib diakreditasi secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali. Akreditasi Puskesmas merupakan bentuk pengakuan yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah memenuhi standar akreditasi. Akreditasi Puskesmas bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, meningkatkan perlindungan bagi sumber daya manusia kesehatan, masyarakat dan lingkungan serta Puskesmas sebagai institusi dan meningkatkan kinerja Puskesmas dalam pelayanan kesehatan perorangan dan atau kesehatan masyarakat.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dibutuhkan tindakan yang komprehensif dan responsive terhadap kejadian tidak diinginkan di fasilitas pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindaklanjutnya, serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.

Standar keselamatan pasien wajib diterapkan fasilitas pelayanan kesehatan dan penilainnya dilakukan dengan menggunakan instrument akreditasi. Untuk itu Dinas Kesehatan menggadakan workshop pendukung implementasi akreditasi  Puskesmas yaitu workshop manajemen risiko dan keselamatan pasien bagi 12 (dua belas) Puskesmas yang akan melaksanakan survei re akreditasi di tahun 2019.  

   

B.    TUJUAN

1.    Tujuan Umum :

Terwujudnya mutu pelayanan dan keselamatan pasien di Puskesmas.

2.    Tujuan Khusus :

a.    Meningkatnya pemahaman tentang konsep mutu dan keselamatan pasien.

b.    Meningkatnya pemahaman tentang standar akreditasi manajemen risiko dan keselamatan pasien.

c.     Meningkatnya pemahaman tentang penerapan Permenkes Nomor 11 tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien.

d.    Dapat diterapkannya standard dan instrument keselamatan pasien.

e.    Terwujudnya sistem pencatatan laporan insiden di Puskesmas.

f.      Puskesmas mampu melakukan analisis risiko terhadap laporan insiden.

 

C.   SASARAN

Sasaran pelaksanaan workshop manajemen risiko dan keselamatan pasien adalah 12 Puskesmas di Kabupaten Blora yang akan melaksanakan re akreditasi di tahun 2019, yaitu :

1.      Puskesmas Doplang

2.      Puskesmas Menden

3.      Puskesmas Kedungtuban

4.      Puskesmas Cepu

 

  

5.      Puskesmas Sambong

6.      Puskesmas Jiken

7.      Puskesmas Blora

8.      Puskesmas Medang

9.      Puskesmas Banjarejo

10.    Puskesmas Ngawen

11.    Puskesmas Kunduran

12.    Puskesmas Todanan

 

D.   STRATEGI PENCAPAIAN

1.    METODE PELAKSANAAN

Workshop manajemen risiko dan keselamatan pasien dilaksanakan dengan cara:

-           Ceramah

-           Tanya jawab

-           Diskusi

-           Penugasan

2.    PESERTA

Peserta workshop manajemen risiko dan keselamatan pasien sejumlah 60 orang yang terdiri dari :   

KELAS

PESERTA

Jabatan/Pokja

Jumlah

Ka. Pusk

Tim Mutu

UKP

I

Pendamping Akreditasi Kabupaten

 

 

 

6

Puskesmas Cepu

1

1

2

4

Puskesmas Sambong

1

1

2

4

Puskesmas Jiken

1

1

2

4

Puskesmas Menden

1

1

2

4

Puskesmas Kedungtuban

1

1

2

4

Puskesmas Doplang

1

1

2

4

Total peserta

 

 

 

30 orang

 

 

 

 

 

 

 

II

Pendamping Akreditasi Kabupaten

 

 

 

6

Puskesmas Kunduran

1

1

2

4

Puskesmas Todanan

1

1

2

4

Puskesmas Blora

1

1

2

4

Puskesmas Medang

1

1

2

4

Puskesmas Ngawen

1

1

2

4

Puskesmas Banjarejo

1

1

2

4

Total peserta

 

 

 

30 orang

 

 

3.    NARASUMBER

Narasumber dalam workshop manajemen risiko dan keselamatan pasien dari Surveior dan Pendamping Akreditasi Provinsi Jawa Tengah yaitu :

1.    Sadono Wiwoho, SKM, M.Kes

2.    dr. Pudji Lestari

3.    dr. Djoko Mardijanto, M.Kes

4.    dr. Nirmala Safitri, M.Kes

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.    PELAKSANAAN KEGIATAN

Pelaksanaan workshop manajemen risiko dan keselamatan pasien adalah sebagai berikut :

Hari                 : Kamis – Jumat

Tanggal           : 7 – 8 Februari 2019

 Waktu             : 08.00 WIB s/d selesai

            Tempat            : Hotel Allium, Jalan By Pass (Pramuka) Cepu